Berkas Khutbah Idul Fitri 2022 pdf

Berkas Khutbah Idul Fitri 2022 pdf

اللهُأَكْبَرُ،اللهُأَكْبَرُ،اللهُأَكْبَرُ،اللهُأَكْبَرُ،اللهُأَكْبَرُ،اللهُأَكْبَرُ،اللهُأَكْبَرُ،اللهُأَكْبَرُ،اللهُأَكْبَرُ

اَللهُأَكْبَرْكَبِيْرًاوَالْحَمْدُللهِكَثِيْرًاوَسُبْحَانَاللهِبُكْرَةًوَأَصِيْلاً،لَاإِلهَإِلاَّاللهُوَحْدَهُ،صَدَقَوَعْدَهُوَنَصَرَعَبْدَهُوَأَعَزَّجُنْدَهُوَهَزَمَالْأَحْزَابَوَحْدَهُ،لاَإِلهَإِلاَّاللهُوَاللهُأَكْبَرُ،اَللهُأَكْبَرُوَللهِاْلحَمْدُ

الْحَمْدُلِلَّهِالَّذِيهَدَانَالِهَذَاوَمَاكُنَّالِنَهْتَدِيَلَوْلَاأَنْهَدَانَااللَّهُ.أَشْهَدُأَنلاَّإِلَهَإِلاَّاللهوَحْدَهُلَاشَرِيْكَلَهُوَأَشْهَدُأَنَّمُحَمَّدًاعَبْدُهُوَرَسُوْلُهُاللّٰهُمَّصَلِّوَسَلِّمْعَلَىمُحَمَّدٍ،وَعَلَىأٰلِهِوَصَحْبِهِوَمَنْوَالاَهُأَمَّابَعْدُ؛

فَيَآأَيُّهَاالنَّاسُ،اتَّقُوااللهَحَقَّتَقْوَاهُكَمَاقَالَتَعَالَى:يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوااتَّقُوااللَّهَحَقَّتُقَاتِهِوَلَاتَمُوتُنَّإِلَّاوَأَنْتُمْمُسْلِمُونَ.

وَاعْلَمُوْاأَنَّيَوْمَكُمْهٰذَايَوْمٌعَظِيْمٌ،وَعِيْدٌكَرِيْمٌ،أَحَلَّاللهُلَكُمْفِيْهِالطَّعَامَ،وَحَرَّمَعَلَيْكُمْفِيْهِالصِّيَامَ،فَهُوَيَوْمُتَسْبِيْحٍوَتَحْمِيْدٍوَتَهْلِيْلٍوَتَعْظِيْمٍ،فَسَبِّحُوْارَبَّكُمْفِيْهِوَعَظِّمُوْهُوَتُوْبُوْاإِلَىاللهِوَاسْتَغْفِرُوْهُإِنَّهُهوالْغَفُوْرُالرَّحِيمُ.

اللهُأَكْبَرُ،اللهُأَكْبَرُ،اللهُأَكْبَرُوَللهِالحَمْدُ.

Ma’ asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Idul Fitri yang Diberkahi Allah SWT

Kehidupan di bumi ini sejatinya merupakan suatu tes serta tidak terdapat satu juga orang hidup melainkan dicoba oleh Allah SWT, apalagi para rasul serta barid Allah juga tidak bebas dari tes. Semenjak kita terlahir di bumi ini, dihadapkan dengan bermacam tes, kala hendak merambah sekolah terdapat tes, di tiap ekskalasi kategori terdapat tes, serta apalagi ingin lolos juga terdapat tes. Kala hendak melamar kegiatan kita dicoba serta dikala advertensi kedudukan juga tentu terdapat pemilahan tes.

Begitu pula, kehidupan bumi ini, sejatinya merupakan tes, di mana tempat kelulusannya merupakan kehidupan alam baka nanti ialah kayangan ataupun neraka, senang ataupun kesusahan selamanya. Allah berkata di dini Pesan al- Mulk:

تَبَارَكَالَّذِيبِيَدِهِالْمُلْكُوَهُوَعَلَىكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ( 1)الَّذِيخَلَقَالْمَوْتَوَالْحَيَاةَلِيَبْلُوَكُمْأَيُّكُمْأَحْسَنُعَمَلًاوَهُوَالْعَزِيزُالْغَفُورُ( 2)

Tes yang diselenggarakan oleh orang pasti amat berlainan dengan tes yang diselenggarakan Allah SWT. Tes di sekolah ataupun di bumi kegiatan amat bertabiat rahasia, apalagi tanggapannya, soal- soalnya juga bertabiat rahasia.

Baca Juga

Persembahan, Ikhtiar, Keteladanan serta Tes Kesabaran

Amat berlainan dengan tes masuk kayangan, apalagi soal- soalnya, kunci balasan juga telah diberitahukan oleh Allah serta telah jadi rahasia biasa. Hingga sangat bodohlah kita bila tidak lolos masuk kayangan. Serta kunci masuk kayangan itu merupakan kalimah la ilaha illa Allah. Itu merupakan perkataan Tauhid, ialah perkataan pembeda antara mukmin serta non- muslim, perkataan determinan keceriaan di kayangan ataupun kesusahan di neraka.

Rasul SAW berfirman:

إناللهحرمعلىالنارمنقاللاإلهإلااللهيبتغيبذلكوجهالله

“ Sebetulnya Allah melarang seorang yang melafalkan la ilaha illa Allah dengan jujur sebab Allah”.

BACA JUGA  Bila Idulfitri 2022? Akademikus Jelaskan Mungkin NU Muhammadiyah Sama

Perkataan Tauhid di atas pasti bukan cuma hanya diucapkan, tetapi butuh dipercayai dengan sepenuh batin kalau tidak tuhan yang berkuasa disembah melainkan Allah SWT serta agama itu dibuktikan dengan dedikasi serta penghambaan diri pada Allah dengan bermacam berbagai ibadah.

Peserta yang dimuliakan Allah.

Di tiap Ramadan, kita senantiasa mengikuti serta apalagi ingat perkataan nabi Rasulullah SAW yang maksudnya,“ Kala masuk bulan Ramadan hingga syaitan- syaitan dibelenggu, pintu- pintu kayangan dibuka, serta pintu- pintu neraka ditutup”( HR Bukhari serta Mukmin).

Memanglah begitulah keistimewaan bulan Ramadan di mana setan- setan hendak dibelenggu, pintu kayangan hendak dibuka serta pintu neraka hendak ditutup. Namun perkataan nabi di atas tidak pas dimaknai dengan cara tekstual. Buat memahaminya butuh menguasai arti majazi.

Setan dibelenggu di bulan Ramadan bukan berarti setan tidak hendak menggoda orang buat melaksanakan aksi kesalahan. Buktinya dikala puasa juga sedang banyak yang tidak shalat serta tertunda puasa karena tidak kokoh menahan lapar serta kesimpulannya berangkat mencari makan. Dengan cara majazi, setan dibelenggu berarti pemeluk Mukmin yang melaksanakan ibadah puasa diserahkan keahlian lebih oleh Allah buat tidak mengikuti bisikan- bisikan setan.

Lalu gimana dengan terdapatnya tutur pintu kayangan dibuka serta pintu neraka ditutup?

Arti pintu kayangan dibuka sebab di bulan puasa kebaikan shaleh hendak dilipat gandakan pahalanya alhasil peluang masuk kayangan jadi lebih besar. Sebaliknya pintu neraka ditutup berarti di bulan puasa peluang kita buat melaksanakan aksi kesalahan lebih kecil dibanding dengan bulan- bulan lazim.

BACA JUGA  Tenar NFT Ghozali, Kasih Kapasitas Kemajuan Asset Digital di Indonesia

Peserta yang dimuliakan Allah

Perkataan Tauhid yang telah kita punyai serta kita simpan dalam batin, dapat jadi tidak bisa kita maanfaatkan buat membuka pintu- pintu kayangan. Perihal itu disebabkan pintu kayangan terkunci dari dalam. Hingga oleh sebab itu kita butuh mengetuk pintu- pintu itu. Terdapat satu perkataan nabi yang melingkupi amalan- amalan yang bisa mengetuk pintu- pintu kayangan, ialah perkataan nabi yang bersuara:

Baca Juga

KH Cholil Nafis: Janganlah Hingga Khutbah Jadi Arah Duniawi

«أَفْشُواالسَّلَامَ،وَأَطْعِمُواالطَّعَامَ،وَصِلُواالْأَرْحَامَ،وَصَلُّواوَالنَّاسُنِيَامٌتَدْخُلُواالْجَنَّةَبِسَلَامٍ»

Ajakan ini di informasikan oleh Rasul SAW dikala merambah kota Madinah. Dalam perkataan nabi itu terdapat 4 ibadah yang bisa menolong kita mengetuk serta membuka pintu kayangan:

Awal, menaburkan damai. Damai dengan cara bahasa dimengerti selaku perkataan, ialah assalamu‘ alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Serta ini merupakan perkataan damai yang wajib kita peruntukan selaku adat- istiadat bagus kita.

Damai pula dimaknai selaku keamanan serta perdamaian. Tiap mukmin di manapun terletak dituntut untut menaburkan keamanan serta perdamaian, bagus dalam wujud perkataan ataupun aksi, selaku bentuk keagamaan pada Allah SWT. Serta tidak pantas seseorang mukmin memunculkan kegelisahan, kehancuran, serta kebangkrutan aturan kehidupan, sebab itu jadi penghalang menurutnya buat masuk kayangan.

Kedua, Berikan makan. Di antara kearifan diwajibkannya puasa Ramadan merupakan supaya kita bisa merasakan lapar serta haus. Sedangkan, banyak orang yang lapar bukan sebab puasa, namun kelaparan sebab kehabisan. Serta lapar di mari tidak terbatas dengan kosongnya perut dari santapan serta minuman, namun kosongnya ide dari ilmu.

BACA JUGA  BTS Pecahkan Rekor Taylor Swift di Chart Billboard

Hingga, dalam kondisi ini kita dituntut tidak cuma memberi santapan selaku nutrisi tubuh, namun pula memberi kontribusi pembelajaran selaku nutrisi jiwa untuk yang menginginkan.

Ketiga, menjalakan silaturrahim ataupun kasih saying. Agama kita amat menyarankan buat menjalakan silaturrahim, sebab silaturrahim mendatangkan khasiat yang luar lazim; 1) bisa memanjangkan baya serta melapangkan keuntungan, 2) hendak dijauhkan dari neraka, 3) jadi salah satu alat kita buat mendekatkan diri pada Allah SWT, 4) bisa melindungi aman serta kemesraan dengan sesame, serta 5) bisa menghasilkan kita selaku insan yang agung.

Hingga momentum Idul Fitri ini amat pas kita memakai buat bersilaturrahim pada orang berumur, keluarga, ahli kerabat, orang sebelah, kawan kerja kegiatan serta pada seluruhnya, namun pasti wajib senantiasa mejaga aturan kesehatan.

Keempat, shalat malam. Shalat sunnah yang sangat besar pahalanya merupakan qiyamul lail. Mudah- mudahan ritual shalat tarawih, shalat witir, serta bangun malam buat sahur yang kita jalani sebulan kemarin sanggup kita pertahankan sepanjang sebelas bulan ke depan, alhasil tujuan diwajibkannya puasa bisa terkabul ialah terwujudnya jiwa yang bertakwa serta adanya jiwa- jiwa yang shalih yang senang menebar kebajikan, keamanan, serta perdamaian, dan jiwa yang hirau kepada kekurangan serta ramah kepada area.

Begitu khutbah pendek pada peluang ini, mudah- mudahan berguna untuk kita seluruhnya. Mudah- mudahan Allah senantiasa membimbing kita di jalur yang lurus serta membagikan daya pada kita buat beristiqamah di jalur itu. Amin betul rabbal‘ alamiin.

أعُوْذُبِاللهِمِنَالشَّيْطنِالرَّجِيْمِ.بِسْمِاللهِالرَّحْمنِالرَّحِيمِ.وَسَارِعُواإِلَىٰمَغْفِرَةٍمِّنرَّبِّكُمْوَجَنَّةٍعَرْضُهَاالسَّمَاوَاتُوَالْأَرْضُأُعِدَّتْلِلْمُتَّقِينَ.بَارَكَاللهُلِيوَلَكُمْفِيالْقُرْآنِالْعَظِيْمِوَنَفَعَنِيوَاِيِّاكُمْبمافيهمِنَالآيَاتِوَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ.وَتَقَبَّلْمِنِّيْوَمِنْكُمْتِلاوَتَهُاِنّهُهُوَالسَّمِيْعُاْلعَلِيْمُ..فَاسْتَغْفِرُوْااِنَّهُهُوَاْلغَفُوْرُالرَّحِيْمُ

Khutbah II

اللهُاَكْبَرْ(٣×)اللهُاَكْبَرْ(٤×)اللهُاَكْبَرْكبيراوَاْلحَمْدُللهِكَثِيْرًاوَسُبْحَانَاللهبُكْرَةًوَأَصْيْلاًلاَاِلَهَاِلاَّاللهُوَاللهُاَكْبَرْاللهُاَكْبَرْوَللهِاْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُللهِعَلىَإِحْسَانِهِوَالشُّكْرُلَهُعَلىَتَوْفِيْقِهِوَاِمْتِنَانِهِ.وَأَشْهَدُأَنْلاَاِلَهَإِلاَّاللهُوَاللهُوَحْدَهُلاَشَرِيْكَلَهُوَأَشْهَدُأنَّسَيِّدَنَامُحَمَّدًاعَبْدُهُوَرَسُوْلُهُالدَّاعِىإلىَرِضْوَانِهِ.اللهُمَّصَلِّعَلَىسَيِّدِنَامُحَمَّدٍوِعَلَىاَلِهِوَأَصْحَابِهِوَسَلِّمْتَسْلِيْمًاكِثيْرًا

أَمَّابَعْدُ.

فَياَاَيُّهَاالنَّاسُاِتَّقُوااللهَفِيْمَاأَمَرَوَانْتَهُوْاعَمَّانَهَىوَاعْلَمُوْاأَنَّاللهَأَمَرَكُمْبِأَمْرٍبَدَأَفِيْهِبِنَفْسِهِوَثَـنَىبِمَلآئِكَتِهِبِقُدْسِهِوَقَالَتَعاَلَىإِنَّاللهَوَمَلآئِكَتَهُيُصَلُّوْنَعَلىَالنَّبِىيآاَيُّهَاالَّذِيْنَآمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِوَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا.

اللهُمَّصَلِّعَلَىسَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلِّمْوَعَلَىآلِسَيِّدِناَمُحَمَّدٍوَعَلَىاَنْبِيآئِكَوَرُسُلِكَوَمَلآئِكَةِاْلمُقَرَّبِيْنَوَارْضَاللّهُمَّعَنِاْلخُلَفَاءِالرَّاشِدِيْنَأَبِىبَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَانوَعَلِىوَعَنْبَقِيَّةِالصَّحَابَةِوَالتَّابِعِيْنَوَتَابِعِيالتَّابِعِيْنَلَهُمْبِاِحْسَانٍاِلَىيَوْمِالدِّيْنِوَارْضَعَنَّامَعَهُمْبِرَحْمَتِكَيَاأَرْحَمَالرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّاغْفِرْلِلْمُؤْمِنِيْنَوَاْلمُؤْمِنَاتِوَاْلمُسْلِمِيْنَوَاْلمُسْلِمَاتِاَلاَحْيآءِمِنْهُمْوَاْلاَمْوَاتِاللهُمَّأَعِزَّاْلإِسْلاَمَوَاْلمُسْلِمِيْنَوَأَذِلَّالشِّرْكَوَاْلمُشْرِكِيْنَوَانْصُرْعِبَادَكَاْلمُوَحِّدِيّنوَانْصُرْمَنْنَصَرَالدِّيْنَوَاخْذُلْمَنْخَذَلَاْلمُسْلِمِيْنَوَدَمِّرْأَعْدَاءَالدِّيْنِوَأَعْلِكَلِمَاتِكَإِلَىيَوْمَالدِّيْنِ.اللهُمَّادْفَعْعَنَّااْلبَلاَءَوَاْلوَبَاءَوَالزَّلاَزِلَوَاْلمِحَنَوَسُوْءَاْلفِتَنوَاْلمِحَنَمَاظَهَرَمِنْهَاوَمَابَطَنَعَنْبَلَدِنَااِنْدُونِيْسِيَّاخآصَّةًوَسَائِرِاْلبُلْدَانِاْلمُسْلِمِيْنَعآمَّةًيَارَبَّاْلعَالَمِيْنَ.رَبَّنَاآتِناَفِىالدُّنْيَاحَسَنَةًوَفِىاْلآخِرَةِحَسَنَةًوَقِنَاعَذَابَالنَّارِ.رَبَّنَاظَلَمْنَااَنْفُسَنَاوَإنْلَمْتَغْفِرْلَنَاوَتَرْحَمْنَالَنَكُوْنَنَّمِنَاْلخَاسِرِيْنَ.عِبَادَاللهِ!إِنَّاللهَيَأْمُرُبِاْلعَدْلِوَاْلإِحْسَانِوَإِيْتآءِذِياْلقُرْبىَوَيَنْهَىعَنِاْلفَحْشآءِوَاْلمُنْكَرِوَاْلبَغْييَعِظُكُمْلَعَلَّكُمْتَذَكَّرُوْنَوَاذْكُرُوااللهَاْلعَظِيْمَيَذْكُرْكُمْوَاشْكُرُوْهُعَلىَنِعَمِهِيَزِدْكُمْوَلَذِكْرُاللهِأَكْبَرْ