Berita Terkini :

Headline :Jembatan Raja Kecik Kota Batam

AMBON, Beritarakyatnews.com - Berkas dukungan dua pasangan Cagub independen dikembalikan setelah rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Maluku....... Baca selengkapnya
1 2 3 4 5 6

PEMERINTAH PROV.BANTEN DAPAT BANTUAN UPAYA KHUSUS SEBESAR 41.5 M

Written By zai zainuddin on Senin, 16 Maret 2015 | 23.07

Banten Berita Rakyat News. Dalam pembangungan Pemerintah Prov.Banten dalam program peningkatan di bidang ketahanan pangan, pertanian, peternakan dan sumber daya air, Dalam kunjungan kerjanya  Menteri Pertanian Amran Sulaiman berkunjung di Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang dalam rangka panen raya sekitar 27.300 hektar.
Amran Sulaiman Menteri Pertanian  mengatakan bahwa Provinsi Banten akan mendapatkan anggaran upaya khusus atau Upsus peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai sebesar Rp41,5 miliar.  dana yang dialokasikan untuk pengembangan jaringan irigasi dan optimasi lahan adalah sebesar Rp36,2 miliar,.Alokasi anggaran Upsus tersebut berasal dari dana "refocusing".  dari luas sawah Desa Mekarsari sebesar 1.250 hektare, setelah melaksanakan program upsus dapat meningkatkan produktivitas dari 6 sampai 8 ton per hektare menjadi 7 sampai 9 ton per hektare.

Pada saat dialog dengan para petani di Desa Mekarsari, Menteri Pertanian secara simbolis menyerahkan bantuan bibit holtikultura, Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) Padi, kedelai, pengembangan budidaya kerbau, dan fasilitasi pengelolaan limbah ternak untuk Banten. Dalam kunjungan kerjanya ke Pandeglang beberapa hari lalu , Menteri Pertanian juga didampingi oleh Plt Gubernur Banten Rano Karno, Kapolda Banten Boy Rafli Amar, Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi, dan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementan Emilia Harahap.(neng)

KADIS PERTANIAN DAN PETERNAKAN PROV.BANTEN LECEHKAN WARTAWAN DAN LSM



Banten Berita Rakyat News. Ketua LSM Cakra Buana Cecep Pria Irawan dan Feri Sinurat dari SKU Dialog bermaksud konfirmasi kepada kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Prov.Banten, Eneng Nurcahyati. Terucaplah kata yang tidak pantas yang di lontarkan oleh Eneng Nurcahyati, “Wartawan dan LSM Tukang Minta-minta Uang”. Dari hasil pantauan kami (Red) bahwa Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Prov.Banten alergi kepada awak media MINGGUAN, mana mungkin wartawan mingguan minta uang kepada Eneng Nurcahyati,.
 Akibat dari pernyataan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten Eneng Nurchayati, yang menyebut LSM dan Wartawan Tukang Minta-Minta Uang, yang dimuat oleh salah satu media cetak Nasional, ternyata menimbulkan reaksi dan kecaman dari para wartawan dan LSM di Banten. Akibatnya, LSM dan Wartawan di Banten memprotes pernyataan Kadistanak Banten tersebut ke Biro Humas Pemprov Banten. Kemudian, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Banten, Deden Apriandhi, berupaya untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut, dengan menghadirkan Kadistanak Banten beserta Sekretaris Distanak Banten, wartawan yang menulis pemberitaan atas pernyataan tersebut, serta sejumlah wartawan di ruang Karo Humas dan Protokol Setda Banten. Hasil dari mediasi tersebut tidak mendapatkan hasil yang positif untuk menemukan solusi, kemudian dihadirkan narasumber yakni pihak LSM Cakrabuana Cecep Pria Irawan. Saat itu, rapat yang awalnya terbuka, mendadak menjadi tertutup. Hanya beberapa wartawan saja yang diperkenankan hadir, dan pihak yang berkepentingan. Sedangkan lainnya tidak diperbolehkan masuk dalam pertemuan itu.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Distanak Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati menyatakan, dirinya tidak berniat untuk mengatakan wartawan dan LSM tukang minta-minta uang. Namun, dirinya meminta maaf atas ucapan yang telah dilontarkannya kepada salah satu LSM dan Wartawan di Banten beberapa waktu lalu. “Saya tidak berniat mengatakan LSM Wartawan tukang minta uang. Semuanya tergantung emosi dan persepsi masing-masing. Tapi, dalam hal ini, saya meminta maaf,” kata Eneng di ruang Karo Humas dan Protokol Setda Banten,. Menyikapi hal tersebut, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Provinsi Banten, Hasuri menyayangkan sikap dan pernyataan Kadistanak yang tak lain adalah seorang pejabat eselon II.
Hasuri mengatakan, dirinya sangat prihatin terhadap ucapan Kadistanak yang menyatakan bahwa LSM dan Wartawan tukang minta-minta uang, bahkan ucapan tersebut dimuat oleh salah satu Media Mingguan Nasional.“Kami sebagai wartawan merasa terhina dengan ucapan yang disampaikan Kadistanak tersebut, karena ini merupakan pelecehan terhadap profesi (Wartawan-Red), bahwa pihaknya mengecam dan akan menindaklanjuti penghinaan tersebut keranah hukum. “Persoalan ini bukan hal yang biasa. Ini menyangkut harga diri kita sebagai wartawan. Ini perlu ditindaklanjuti,” tegasnya.
Ditempat terpisah, Ijul, Koordinator LSM yang hadir dan memprotes,Ditempat terpisah, Ijul, Koordinator LSM yang hadir dan memprotes pernyataan Kadistanak Banten menegaskan, bahwa pihaknya sangat terpukul dengan pernyataan seorang Kepala Dinas yang merupakan salah satu pejabat di Pemprov Banten ini. “Seharusnya Ibu Kadis sebelum berucap harus berfikir terlebih dahulu. Jangan sembarangan mengeluarkan pernyataan. Apalagi pernyataan itu menghina lembaga sosial kontrol dan wartawan. Jelas ini penghinaan dan tidak bisa dibiarkan,”  pihaknya mendesak Plt Gubernur Banten Rano Karno agar mengevaluasi jabatan Eneng Nurchayati sebagai Kepala Dinas. "Seorang pejabat tidak pantas berucap arogan dan menghina profesi sosial kontrol, ungkap nya (neng)


Written By zai zainuddin on Rabu, 11 Maret 2015 | 21.45



DINAS KESEHATAN PROVINSI BANTEN
Mengucapkan
Selamat Hari Pers Nasional “Pers Sehat Bangsa Hebat”

Drg. Sigit Wardojo. Mkes

Kepala Dinas





DINAS KESEHATAN PROVINSI BANTEN
Mengucapkan
Selamat Hari Pers Nasional “Pers Sehat Bangsa Hebat”

Drg. Sigit Wardojo. Mkes

Kepala Dinas

Written By zai zainuddin on Selasa, 10 Maret 2015 | 18.32

                DINAS KESEHATAN PROVINSI BANTEN
Mengucapkan
Selamat Hari Pers Nasional “Pers Sehat Bangsa Hebat”

Drg. Sigit Wardojo. Mkes
Kepala Dinas

Rano Karno Segera Menduduki Jabatan Gubernur Banten Definitif

Written By zai zainuddin on Sabtu, 07 Maret 2015 | 07.33

Rano Karno Segera Menduduki
Jabatan Gubernur Banten Definitif
Banten-Berita Rakyat News. Pelaksana Tugas Gubernur Banten Rano Karno akan segera menjabat sebagai Gubernur Banten definitif, karena Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Gubernur Banten non aktif Ratu Atut Chosiyah, pada kasus suap Rp1 miliar kepada bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar melalui pengacara Susi Tur Andayani pada sengketa Pilkada Kabupaten Lebak Provinsi Banten.
Rano Karno saat dimintai tanggapanya terkait hal tersebut, mengaku prihatin dengan keputusan yang dijatuhkan kepada Gubernur Banten non aktif Ratu Atut Chosiyah. “Saya prihatin dengan keputusan ini, bagaimanapun ibu gubernur yang menyiapkan konsep pembangunan Banten, kalau saya definitif itu mekanisme, saya hanya menerima itu saja,” kata Plt Gubernur Banten Rano Karno saat bertemu para awak media di eks Pendopo Gubernur Banten Kota Serang, Rano mengaku belum bisa komentar lebih banyak terkait dirinya akan segera menjadi Gubernur Banten definitif. Karena dia belum mendapatkan surat keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) soal gubernur definitif. “Sampai saat ini saya belum menerima surat, dan kapannya pun saya belum mengetahuinya,” jelas Rano.
Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Banten, Siti Maani Nina mengatakan, Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.6 tahun 2005 tentang Pemilihan Pengesahan dan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, disebutkan bahwa untuk menyikapi masalah putusan MA kewenangannya ada di Mendagri. "Jadi kita hanya menunggu. Mendagri yang mengusulkan surat ke Presiden," katanya.
Untuk pelantikannya sendiri, Pemprov Banten juga akan menunggu arahan dari Menteri Dalam Negeri setelah ada jawaban dari Presiden soal pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah. "Mendagri nanti melantik atas nama Presiden," kata Siti Maani Nina.
Penolakan kasasi Gubernur Banten non aktif Ratu Atut Chosiyah yang bahkan bertambah hukumuannya yang semula 4 tahun menjadi 7 tahun. sangat sedih mendengar keputusan kasasi seperti ini. Menurut Tatu,

Mahkamah Agung memperberat hukuman Ratu Atut Chosiyah dari 4 tahun menjadi 7 tahun penjara. Di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Atut divonis penjara 4 tahun dan denda Rp200 juta subsider 5 bulan kurungan karena dianggap bersalah menyuap Rp1 miliar kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar melalui pengacara Susi Tur Andayani terkait sengketa Pilkada Lebak Provinsi Banten. (neng/rini)

Tatu Isyaratkan Wagub Harus Dari Golkar

Tatu Isyaratkan Wagub Harus Dari Golkar
 Banten Berita Rakyat News. Ketua DPD Golkar Banten Tatu Chasanah mengisyaratkan jika kursi wakil gubernur Banten harus ditempati oleh individu yang diusung Golkar. Hal itu merujuk pada saat pencalonan gubenur yang memiliki komposisi kepala daerah yang berasal dari kader Golkar dan Banten.
“Untuk posisi wakil gubernur memang seharusnya diusung oleh partai pengusung. Tapi karena sekarang Golkar yang kosong, Insya Allah kawan di partai pengusung pun bisa memahami ini. Kita sangat minta dipahami,” ujar Tatu
Disinggung adanya pernyataan dari Plh Ketua DPD PDIP Banten, Ribka Tjiptaning yang mengatakan jika posisi wakil gubernur adalah hak PDIP, Tatu meminta semua pihak berkaca saat pencalonan.
“Kita bisa nilai bersama dari dulu pasangannya seperti apa. Yaitu Golkar dan PDIP. Sekarang PDIP naik kelas tuh, masa Golkarnya ilang, itu kan tidak masuk akal dong. Golkar yang punya hak walaupun pengusungan sama-sama,” tegasnya.
Terkait siapa figur yang akan diusung Golkar Tatu mengklaim, pihaknya memiliki banyak figur yang bisa dinaikan. Namun demikian Golkar juga tidak menutup kemungkinan akan mengajukan nama yang bukan dari kader internalnya.
 “Masukan dari media dan masyarakat juga pasti ada yang masuk, kalau pun itu bukan dari kader internal tapi lebih mampu, ya kenapa tidak. Yang pasti Golkar itu tidak otoriter dan Golkar selalu terbuka, ini bukan mengisi kepala desa, ini wakil gubernur,”ujarnya.(neng/rini) 



Umum

Ekonomi

Diberdayakan oleh Blogger.

Kesehatan

Nusantara

Hukum

 

Umum | Politik | Hukum | Narkoba | Wawancara | Ekonomi | Kesehatan | Nusantara | Pendidikan | Redaksi
Copyright © 2013. - All Rights Reserved design by Kios Website